Posts

Showing posts from July, 2025

Pertanian

Image
  Pertanian sawah di Dusun Monggang menjadi salah satu sektor penting yang menopang kehidupan masyarakat. Padi merupakan komoditas utama yang ditanam di lahan-lahan sawah yang membentang luas di sekitar dusun. Sistem pengairan yang digunakan bersumber dari irigasi teknis yang telah dibangun dan dikelola secara kolektif oleh warga, sehingga aliran air ke sawah tetap lancar dan teratur, terutama saat musim tanam. Meski sebagian masih menggunakan metode tanam tradisional, banyak petani di Monggang yang telah mengadopsi cara bercocok tanam yang lebih efisien untuk meningkatkan hasil panen. Musim panen menjadi momen penting bagi masyarakat, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga sebagai bagian dari tradisi kebersamaan warga dalam bekerja dan berbagi hasil.

Seniman

Image
  Pak Joni merupakan seorang content creator multitalenta yang telah menekuni dunia kreatif sejak tahun 2019. Beliau adalah sosok di balik Waton Gayong , sebuah tim beranggotakan tujuh orang sahabat yang telah berteman sejak muda, kemudian berkumpul kembali dan membentuk komunitas kreatif bernama Waton Gayeng . Mereka rutin melakukan proses syuting setiap hari Senin, termasuk mendukung podcast milik salah satu rekan. Aktivitas kreatif ini dijalankan secara santai namun konsisten, dengan konsep yang sering kali mengandalkan improvisasi saat proses syuting berlangsung. Sebelum fokus sebagai konten kreator, beliau memiliki pengalaman panjang di dunia pertelevisian nasional. Beliau pernah bekerja di Indosiar, TransTV, dan terakhir RTV sebelum akhirnya memutuskan resign pada tahun 2019. Pengalaman tersebut membentuk pemahaman mendalam beliau tentang proses produksi konten yang baik—dimulai dari penulisan naskah, pembentukan tim kreatif dan produser, hingga pengaturan kru teknis seperti...

Kebun Bunga Anggrek

Image
  Budidaya anggrek yang dilakukan sejak tahun 2019 ini berawal dari sekadar hobi, yang kemudian berkembang menjadi kegiatan pelestarian berbagai jenis anggrek. Koleksinya terdiri dari beragam spesies, seperti Dendrobium, Cattleya, Anggrek Bulan, Vanda, Oncidium, hingga spesies langka seperti Dendrobium antenatum dan leniale ID dengan nama lokal “Paras Ayu” dan “Indonesia Raya”. Meskipun saat ini perawatan dilakukan seperlunya karena keterbatasan waktu, kecintaan terhadap tanaman anggrek tetap terjaga. Harapannya, setelah memasuki masa pensiun, kegiatan budidaya ini dapat kembali digiatkan sehingga tanaman anggrek dapat tumbuh lebih optimal dan menjadi bagian dari upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

Kerajinan Gerabah

Image
  Gerabah di Dukuh Monggang merupakan hasil kerajinan tangan yang menggunakan bahan dasar tanah liat, khususnya dari tanah milik warga Kasongan yang memiliki lahan di wilayah tersebut. Proses produksi di Monggang hanya sebatas pencetakan, sementara tahap pembakaran dan finishing dilakukan di sentra gerabah Kasongan. Produk utama yang dihasilkan berupa hiasan genting dengan jumlah produksi rata-rata sepuluh buah per hari. Setelah dicetak, gerabah perlu dikeringkan secara alami selama kurang lebih satu bulan sebelum siap dibakar. Usaha ini telah berjalan lebih dari 15 tahun dan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat, meskipun waktu kerjanya tidak terpaku pada hari tertentu. Keberadaan kerajinan ini mencerminkan sinergi antara Dukuh Monggang dan Kasongan dalam menjaga serta mengembangkan warisan budaya berbasis tanah liat.

Kerajinan Patung Semen

Image
  Usaha kerajinan patung milik Dhe Balung telah berjalan lebih dari 20 tahun dan dikerjakan oleh tim beranggotakan 9 orang. Proses pembuatan dimulai dari pencetakan menggunakan bahan dasar semen, lalu didiamkan selama 1–2 hari untuk memastikan kering sempurna. Dalam sehari, tim dapat menghasilkan sekitar 6 hingga 7 cetakan. Setelah kering, patung kemudian diwarnai menggunakan cat warna sesuai karakter masing-masing. Secara keseluruhan, waktu produksi satu patung berkisar 4 hari. Motif yang dibuat beragam, mulai dari tokoh Asmat, Shaolin, Fountain, patung Buddha, hingga patung Gajah Ganesha. Usaha ini awalnya dimulai dari skala kecil dengan memproduksi patung mini, namun karena pemasukan dirasa belum mencukupi, akhirnya mulai membuat patung ukuran besar yang ternyata lebih diminati pasar—hingga usaha ini terus berjalan hingga kini.

Kerajinan Rayung

Image
  Rayung merupakan kerajinan hias dari bambu yang dibuat dari serat atau bilah bambu yang dianyam dengan halus membentuk pola menyerupai kipas, lidah-lidah panjang, atau lembaran hias. Di Dukuh Monggang, rayung kerap digunakan sebagai elemen dekoratif pada berbagai acara tradisional, seperti kenduri, hajatan, hingga upacara adat. Tak jarang pula rayung dimanfaatkan sebagai hiasan dalam bingkisan atau besek hantaran agar tampil lebih cantik dan bernilai seni. Proses pembuatan rayung membutuhkan ketelatenan karena detail anyamannya yang halus. Para pengrajin, terutama ibu-ibu di Dukuh Monggang, membuat rayung secara manual dengan teknik turun-temurun. Selain sebagai pelengkap budaya, rayung bambu juga mulai dikembangkan menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi seperti hiasan dinding dan dekorasi ramah lingkungan. Rayung menjadi bukti bahwa sentuhan tradisional bisa tetap indah dan relevan dalam kehidupan masyarakat masa kini, sembari tetap menjaga warisan budaya lokal.

Kerajinan Besek Bambu

Image
  Besek bambu merupakan salah satu kerajinan tradisional yang masih banyak digunakan oleh masyarakat di Dukuh Monggang. Terbuat dari anyaman bambu berbentuk kotak, besek biasa digunakan sebagai wadah untuk menyimpan makanan, hasil panen, atau sebagai tempat hantaran saat acara adat dan keagamaan. Proses pembuatan besek dilakukan secara manual dengan teknik anyaman sederhana namun kuat. Kerajinan ini dikerjakan oleh warga secara rumahan, terutama oleh ibu-ibu yang terampil dalam mengolah bilah bambu menjadi produk yang bermanfaat. Selain ramah lingkungan, besek bambu juga memiliki nilai budaya yang tinggi dan mencerminkan kearifan lokal. Di Dukuh Monggang, besek bambu tidak hanya menjadi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan terus dijaga kelestariannya.

Kerajinan Kreneng Bambu

Image
  Kreneng bambu merupakan kerajinan tradisional yang masih dijaga kelestariannya oleh masyarakat Dukuh Monggang. Dibuat dari anyaman bambu yang dirancang secara manual, kreneng biasa dimanfaatkan sebagai wadah untuk membawa hasil kebun, menyimpan barang, atau keperluan sehari-hari lainnya. Proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan dan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun. Warga Dukuh Monggang, khususnya para ibu rumah tangga dan lansia, berperan aktif dalam produksi kreneng sebagai bagian dari kegiatan ekonomi kreatif. Kerajinan ini dikerjakan secara kolektif, kemudian disetorkan kepada pengepul untuk dijual kembali. Harga jual kreneng berkisar sekitar Rp6.000 per 10 buah, namun saat ini pemasarannya mulai mengalami tantangan karena kalah bersaing dengan produk berbahan plastik. Meski demikian, kreneng tetap menjadi simbol kearifan lokal dan semangat pelestarian budaya tradisional yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.